OM SWASTYASTU

Selasa, 06 September 2011

SELAYANG PANDANG DESA BUNGKULAN

  1. Sejarah Desa

Desa Bungkulanjaman dahulu merupakan daerah belantara, daerah ini merupakan wilayah kekuasaanJro Pasek Menyali, sedangkan disebelah timur Tukad Aya/Desa Kubutambahan menjadi wilayah kekuasaan Jro Pasek Bulian.

Bermula dari kedatangan I Gusti Ngurah Tambahan ke Bulian, beliu berasal dari Desa Tambahan Bangli, pada saat kedatangan I Gusti Ngurah Tambahan diwilayah Bulian, wilayah tersebut terganggu keamanannya Pasek Bulian mohon bantuan kepada I Gusti Ngurah Tambahan untuk memulihkan keamanan diwilayah tersebut. Berkat kesaktian I Gusti Ngurah Tambahan dan sebilah keris pusakahnyayang bernama KI BAAN KAU, keamana wilayah tersebut pulih kembali, atas jasanya kemudian Jro Pasek Bulian member tempat tinggal tetap kepada I Gusti Ngurah Tambahan yaitu ditepi “siring Kauh” wilayah bulian (dipinggir sebelah timur tukad aya) disanalah I Gusti Ngurah Tambahan mulai membuka lahan persawahan.

Setelah peristiwa tersebut diatas datanglah Jro Pasek Menyali yang berkuasa disebelah barat tukad aya menghadap kepada Jro Pasek Bulian. Pasek Menyali memaparkan maksud kedatangannya bahwa seorang Denawa yang disebut Menaru sering mengganggu ketentraman penduduk, terutama pada waktu diadakan upacara ngusaba desa dimana penari rejang paling akhir (kitut rejang) sering diculik / dilarikan oleh I Menaru sehingga upacara menjadi terganggu dan masyarakat ketakutan.

Pasek Bulian kemudian menunjukan orang yang mungkin   bisa membantu memulihkan keamanan Pasek Menyali yaitu I Gusti Ngurah Tambahan setelah mendapatkan kesepakatan dan kesanggupan dari I Gusti Ngurah Tambahan, lalu I Gusti Ngurah Tambahan beserta pengikutnya datang untuk menyelidiki keadaan wilayah Pasek Menyali. Berkat Kedigjayaan beliu akhirnya diketahui tempat tinggal menaru yaitu di Goa Batu Mejan / Togtog Polo daerah ini merupakan daerah perbatasan Jagaraga, Girimas (dahulu sangsit) dan Bungkulan, dengan keris pusakanya yang bernama KI BAAN KAU I Menaru mendapat taklukan , karena jasa beliau maka Jro Pasek Menyali member hadia tanah /wilayah disebelah barat tukad aya.

Dengan didapatkannya hadia dari Jro Pasek Bulian dan Jro Pasek Menyali yang wilayahnya sebagian disebelah timur Tukad Aya, sebagian lagi sebelah barat Tukad Aya, Maka I Gusti Ngurah Tambakan menyatukan kedua wilayah tersebut menjadi satu (abungkul) yang disebut BUNGKULAN yang kita warisi sampai sekarang . Disamping itu nama Bungkulan identik dengan bulian, untuk mengenang jasa Jro Pasek Bulian kepada I Gusti Ngurah Tambahan. Setelah Desa Bungkulan terbentuk Pura Pasek milik Jro Pasek Menyali dijadikan Pura Desa Bungkulan , Keris Pusaka I Gusti Ngurah Tambahan sampai sekarang masih tersimpan didusun Jro Gusti Bungkulan .

Demikian sekilan sejarah terbentuknya Desa Bungkulan YANG SAYA BACA DARI SITUS WEB(KOKO YAKUZA)



Lambang
Arti Lambang
  1. Segi Lima              : Pancasila
  2. Lumbung Sari        : Tempat Penyimpanan Hasil (Sari)
  3. Keris                     : Ketajaman Bayu, Sabda Idep
  4. Luk Pitu/Tujuh       : Berarti Sapta Gangga (Tujuh Suangai Pelambang ke Hidupan atau Amerta yang memberikan kekuatan hidup kepada manusia)
  5. Padi Kapas            : Kesuburan/Kemakmuran
  6. Lingkaran               : Bungkulan
  7. Bintang                  : Ketuhanan
  8. Tiga Bulatan           : Tri Hita Karana
  9. Nama Simbul         : “Ekam Wrddhityam Bhawana”
  Artinya tempat menyatunya yang banyak dan subur itu

  1. Batas Desa / Batas Wilayah Desa Bungkulan
  2. Sebelah Utara berbatasan dengan laut Bali
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kubutambahan
  4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jagaraga
  5. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Giri Mas

Rabu, 18 Mei 2011

DUSUN DAUH MUNDUK

Nah yang satu ini tidak begitu asing lagi di mata kita DUSUN DAUH MUNDUK sebuah dusun yang terletak di desa bungkulan.kehidupan putih dan hitam ada di dusun ini so...orang-orang yang tau daerah ini (ingat saya cuma menyebut daerah ini....hahahahah)menyebutnya bungkulan indah.....cihuuuuiiii. walaupun daerah ini di cap jelek dengan para kupu-kupu malamnya oleh orang-orang yang munafiiiiik dan sok suci di manapun dia berada saya tetap bangga akan daerah saya sendiri....saya terlahir disini dan di besarkan di sini pepatah mengatakan (JELE MELAH GUMI GELAH) Kalau dilihat dari segi norma kesusilaan memang sangat bertentangan,tetapi harus gimana lagi....???? di Bungkulan bukanlah seperti''Ubud yang ada pariwisata alam(Terace sharing),Kuta dengan pasir putihnya,Jimbaran dengan Kafe ikan bakarnya,Uluwatu dengan Sunsetnya,Dll......!!!!!! SO......itu sudah takdir tuhan, tuhan memberikan jalan berbeda-beda dalam suatu pekerjaan dan lainya,sang kupu-kupu malam juga manusia brather hargailah dia dia butuh makan dia harus hidup sama seperti kita jangan memperlakukan mereka layaknya binatang.....ingat mereka juga ciptaan tuhan sama seperti kita.
kalau memang ada yang tidak suka dengan daerah ini gampang kok............jangan kesini keto gen keweh de be misi ngusak asik kehidupan anake,....haahahahahaha pintar pintarnya kita mencari jalan.....so....santai dogen jalani apa adanya jangan sok jadi pahlawan dan de demen ngenah....karna ane demen ngenah enggal sing ngenah....wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk (peace)
                  KALAU ADA PEMBACA YANG TIDAK SUKA MOHON DI MAAFKAN
INI HANYALAH SEBUAH CURAHAN HATI SEBAGAI WARGA DAERAH YANG SELALU DI CAP JELEK OLEH ORANG MUNAFIK TETAPI SERING KELIHATAN DI DAERAH INI...(PEACE)
THIS CALED KULKUL:Sesuai dengan namanya Bale Kulkul adalah tempat untuk menaruh KulKul. Kulkul nama lain dari kentongan yang digunakan oleh orang Bali. Kulkul dipergunakan oleh masyarakat Bali atau warga banjar yang memiliki kulkul itu sebagai sarana untuk memberi tanda akan ada suatu kegiatan adat atau gotong royong. Ketika kulkul dibunyikan oleh kelian banjar atau yang ditunjuk oleh kelian, itu artinya warga atau anggota banjar harus datang ke tempat kegiatan dilaksanakan. Misalnya dalam acara gotong royong, rapat banjar, upacara adat, ada salah satu warga meninggal dunia, dan lainnya yang berkaitan dengan pengerahan warga banjar itu.
Ada beberapa  jenis kulkul yang dikenal di Bali seperti :
  1. Kulkul Desa
  2. Kulkul Banjar
  3. Kulkul Sekaa
  4. Kulkul Pura
  5. Kulkul Sanggah
untuk fungsinya cari saja di paman google OK.......hahahahahaha
coba lihat brather....di ERA teknologi yang semakin maju,ternyata di desa bungkulan masih memakai cara-cara tradisional warisan leluhur kita walaupun sudah ada beberapa yang menggunakan alat modern akan tetapi jauh lebih menarik dan alami menggunakan cara-cara tradisional ini......hahahahaha

Senin, 16 Mei 2011

BUNGKULAN VILAGE

DESA BUNGKUAN is one of the largest village in Buleleng regency: desa di kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. desa yang terletak di bali utara sebelah barat desa giri emas sebelah selatan desa jagaraga di sebelah timur desa kubutambahan dan di sebelah utara laut bali.Secara geografis Desa Bungkulan sebagai dataran rendah dengan ketinggian 0-50 meter dari permukaan laut dengan jumlah penduduk yang lumayan padat.desa bungkulan terdiri dari 13 banjar dan total keseluruhan penduduknya itu sekitar 12.000 orang (kalo nggak percaya, hitung aja sendiri kurang lebihnya). sebagian besar penduduk desa bungkulan bekerja di bidang pertanian dan nelayan karna desa ini cukup terkenal dengan hasil pertanianya yang cukup baik,desa ini masih cukup alami dengan hijaunya sawah yang membentang luas yang belum terjamah tangan-tangan jahil yang bisa memperburuk citra pertanian di desa ini. SO..... saya akan menuliskan sebatas pengetahuan saya tentang desa bungkulan kalau ada kekurangan tolong di mengerti karna saya cuma tamat SMA.....hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha